Siluet Senja Patah Hati yang Berusaha Memahat Hati

Siluet Senja Patah Hati – Mentari pagi telah menampakan sinarnya. langit terlihat biru cerah tak ada tanda-tanda mendung. Namun aku masih menelusup di balik selimut dengan tubuh gemetar dan hati yang sangat kacau. Tak secerah langit di pagi ini. Justru hatiku sangat mendung. Grimis air mata ini tak dapat mereda, sungguh sakit rasanya. Kamar penuh tissue berserakan bekas ingus yang keluar akibat menangis semalaman. Aku masih meratapi kesedihan semenjak tadi malam.

Hubungan 3 tahun yang awalnya penuh dengan kebahagian kini justru berubah menjadi kekecewaan hanya sekejab saja seperti cerpen singkat. Aku patah hati, perasaan ini berubah menjadi benci. Entah salah apa yang pernah kuperbuat, hingga dia pergi kelain hati. Mata sembab tak dapat ditutupi. Membuatku malu ingin pergi ke kampus hari ini.

“Kaaakk, udh siang bangun emangnya nggak kuliah hoyy?” adik ku membangunkanku sambil menarik selimut yang menutupi wajahku yang sembab.

“apaa sih. Hari ini tuh nggak kuliah. Jangan ganggu sana berangkat sekolah” jawabku sedikit kesal

“Loh, kakak habis nangis semalaman yaa, kok itu matanya sembab gitu. Haaa pasti habis patah hati yaaaa”. kata adiku sambil meledek.

“anak kecil tau apa sih. Udah sana pergi jangan ganggu”.

Baru teringat bila hari ini aku ada janji untuk bimbingan skripsi bersama dosen pembimbingku. Aku harus bergegas ke kampus dan datang tepat waktu. Meski akupun tak yakin aku bisa konsen dengan bimbingan ini atau tidak dengan keadaan hatiku yang sedang kacau.

“lana, Mata kamu kok sembab, kamu habis nangis?” mamah menatapku, aku tersenyum.

“kak lana lagi patah hati Ma” cerocos dilon adiku membuatku kelabakan. Kulihat ekspresi mamah dia terseyum teduh

Patah Hati Pertama

“Eh, lan. Ada reno tuh. Bukan nya selama ini dia suka ya sama lo”.

“Apa sih lo. Tapi gue kan ngga suka sama dia”.

“Lana sayang, apa sih yang lo ga suka dari dia. Dia tuh ganteng, pinter, ramah, baik. Dibandingin cowo lo yang playboy itu sory-sory aja nih yaa.. Jauhh banget”. Sindir rina padaku. Aku seketika memandang reno dari kejauhan. Benar juga apa yang dikatan rina.

Dari jauh reno sontak memandangku kembali. Aku langsung mempalingkan muka ku ke lain arah. Tak lama Reno pun menghampiri kami.

“Hay Rin, Lana. Gue boleh duduk disini ngga?”.

“iya boleh kok”. Jawabku dengan nada yang datar.

“emmm. Lana gue kayanya harus duluan deh. Soalnya ada janji sama dosen. Gue pergo dulu ya. Ren gue titip Lana ya, soalnya dia habis putus cinta. Lo hibur deh tuh yaa”. Cerocos rina kembali membuatku gugup dan mengelak pada reno. Rina memang sahabat terbaiku namun yang aku tak suka dia kadang kelewatan bercandanya.

“aduhh apaan sih si rina. Kan gue jadi malu sama reno”. Kataku dalam hati.

Suasana meja kantin kami menjadi hening. Sungguh aku tak tahu mau mulai percakapan dengan reno dari mana.

“jangan pernah sedih berlarut-larut. Jangan melewatkan kebahagiaanmu hanya karena laki-laki yang melukaimu. Mungkin dia punya definisi kebahagiaan nya sendiri. Lalu kenapa kamu tidak mencari kebahagiaan mu sendiri. Ayolah semangatt. Jangan cemberut terus ntr manis nya ilang loh. Kan masih ada aku”.

“kamu bisa aja”.

kata-kata bijak reno membuatku sadar bahwa kesedihanku selama ini memang tak ada gunanya. Ohh tuhan.. Rina benar, selama ini aku telah mengabaikan ketulusan hati reno padaku.

***

Di rumahpun justru aku memikirankan reno terus menerus. Bahkan aku telah lupa dengan patah hati yang kurasakan. Aku mengagumi kedewasaan reno yang membuatku sadar. Jangan jadi perempuan bodoh hanya karena laki laki yang sangat bodoh. Meninggalkan hanya demi perempuan lain. Yaaa.. Reno kali ini memang berhasil meneduhkan hati ku. Tapi aku belum siap jika harus membuka hati ini kepadanya. Aku masih takut, aku cemas, Aku trauma untuk jatuh cinta lagi.

“Mah, aku boleh tanya sesutu ngga?” tanya ku pada mamah yang sedang memotong sayuran di dapur.

“ya boleh dong. Kamu mau tanya apa sih lan”

“Kalo ada cowo yang tulus sayang sama kita. Tapi selama ini kita mengabaikan dia dan disaat waktu kita sedih justru kita sekarang malah mengingat cowo itu. Itu hal yang salah ngga sih mah”

“sayangg cinta itu ngga ada yang salah. Kamu diberikan ujian putus sama cowo kamu. Itu memang pertanda kalo kamu sama cowo kamu itu ngga pantas untuk bersama. Dan mamah fikir kamu harus membuka hatimu untuk laki-laki yang kamu ceritakan itu. Siapa namanya?

“Nama nya reno mah, dia suka sama aku sejak semster 3 . Tapi aku ngga pernah nglirik dia sekalipun. Tapi hari ini ma, dia membuat aku sadar kalo aku emang ga ada gunanya buat sedih berlarut-larut. Ademm.. Banget.. Ma rasanya dinasehatin sama dia. Yaaa emang sih selama ini aku gapernah ngombrol sama dia. Yaa karena aku tau di suka sama aku ma, dan waktu itu aku kan masih punya pacar”.

“Hmmm yasudah, lusa kamu ajak deh dia main kerumah. Mamah jadi penasaran seperti apa sih orangnya”.

“loh mah, kan malu lagian baru akrab masa udah ngajak-ngajak kerumah segala”.

“yaa gakpapa dong, kamu kan juga suka sama dia” ledek mamah.

“ih mama apaan sih. Yaudah deh Lana ke kamar dulu mau ngerjain skripsi”

***

Satu bulan kemudian, aku mulai mengenal Reno. Kami menjadi sering ke kantin bareng, ke perpustakaan bareng. Bahkan pulang bareng. Kami menjadi semakin akrab. Entah kenapa aku jadi merasa nyaman saat didekatnya. Sempat aku berfikir. Betapa bodohnya aku mengabaikan laki-laki sebaik reno. Meskipun aku tidak pernah membalas cintanya namun dia tetap saja baik padaku seperti mengabaikan prediksi hk yang ada pada website. Apa ini yang namanya cinta sejati?

“Tapi apa mungkin yaa dia masih suka denganku” seruku dalam hati.

“Lana, kamu kok nglamun?”.

“Eh nggapapa kok ren, kita pulang yuk”.

Ke esokan harinya, Terdengar dari arah depan rumah suara ramai-ramai, aku penasaran dan segera melihatnya.

“Mah ada apa sih di depan” tanyaku pada mama

“Oh paling tetangga depan lagi lamaran, Lan”.

“Tapi ma, suaranya kedengeran banget dari kamarku. Kayanya di depan rumah kita deh. Mendingan kita liat”.

Tak lama kami pun membuka pintu. Dan tak disangka sangka memang suara itu tepat berada di depan pintu rumah kami.

Aku kaget dan sangat syok karena itu adalah Reno beserta keluarganya.

“Reno” kataku dengan ekspresi kaget

Tak kusangka Reno benar-benar serius mencintaiku. Dia melamarku lansung di depan mamah dan juga keluarganya. Dia menyatakan perasaan nya padaku. Hari ini aku bagaikan bak seorang putri yang dicintai oleh seorang pangeran baik hati seperti malaikat. Yang awalnya datang menghibur, memotivasi, dan akhirnya menikahiku. Terimaksih tuhan telah menghilaangkan rasa sakitku selama ini. Dan telah mennggantikan nya dengan rasa cinta yang suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *