Kembalilah Padaku untuk Bahagiamu

Kembalilah Padaku – Entah apa yang dipikirkan seorang gadis yang tengah mengandung itu. Pasalnya iya mencoba mengugurkan kandungannya karena frustasi dengan kejelasan ayah biologis bayi tersebut. Kehidupannya yang sangat megah karena ia menjadi putri seorang pengusaha besar di kota tersebut, membuat ia menjadi anak yang kurang akan perhatian orang tua, sehingga pergaulannya sangatlah bebas.

Mendengar berita tentang kehamilan putrinya, membuat ibu Mondi sangat syok. Tak hanya ibunya, namun ayah Mondi juga merasakan hal yang sama. Dengan nada kasar, ia memaki-maki anaknya yang tengah hamil itu.

Ibu Mondi merasa bersalah karena tidak berhasil mendidik Mondi sebagaimana mestinya. Tak kuat dengan omelan kedua orang tuanya, akhirnya Mondi pergi meninggalkan rumah tersebut.

“Ayah sangat kecewa dengan perilakumu, Mondi!”

“Maafkan aku yah.”

“Kamu telah mencoreng nama baik keluarga kita.”

“Ayah itu yang selalu memikirkan pekerjaan terus, tanpa tahu perasaan Mondi.”

“Ayah nggak mau tahu, pokoknya mulai sekarang kamu pergi dari rumah ini dan urusi kehidupan sendiri!”

Ibu mencoba menahan Mondi, namun Mondi tetap saja mengemas koper dan barang-barangnya serta buku cerpen singkat, lalu ia meninggalkan rumah yang menjadi banyak kenangan di dalamnya.

Di sepanjang jalan, Mondi menangis meratapi kesedihannya, ia mencoba menghubungi sahabat-sahabtnya. Ternyata melihat kondisi Mondi yang seperti itu tidak semua sahabatnya mau membantunya. Tetapi ia mencoba menghubungi sahabatnya itu, dan alhasil sahabat yang sangat baik dengannya merespon telponnya dan mempersilakan untuk tinggal di rumahnya sebentar saja.

“Terima kasih Ta, kamu telah membantuku.”

“Iya, sama-sama Mon.”

Beruntung, Mondi memiliki sahabat seperti Tata. Ia selalu mebantu Mondi sampai persalinan berlangsung. Namun setelah persalinan, Mondi begitu tertekan dengan kondisinya yang sekarang dan anaknya.

***

Hari-hari yang dilalui Mondi sekarang telah berbeda, ia sekarang sudah mempunyai seorang anak laki-laki yang sangat lucu dan ganteng. Ia merasa tidak enak tinggal di rumah Tata dan selalu merepotkannya. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari rumah Tata dan mencoba mencari tempat hunian baru.

Dengan bekal uang seadanya ia mencoba pergi ke luar daerah tempat tinggalnya. Dia sempat bermain dadu online untuk mencari peruntungan, namun gagal. Mondi kepikiran untuk pergi ke rumah neneknya yang berada di luar kota dengannya. Namun  ia memiliki niat untuk menjenguk orang tuannya terlebih dahulu.

Sesampainya di rumah yang sangat megah itu, ia disambut dengan baik oleh pak satpam yang ramah itu. Kebetulan saat itu, ibu Mondi berada di rumah. Mendengar Mondi pergi ke rumahnya, ibunya sangat terkejut dan langsung memeluknya.

Tak lama setelah melepas rindu, ayah Mondi datang dan ia sangat tidak suka dengan kehadiran Mondi bersama cucunya itu. Ia meminta Mondi keluar dari rumahnya. Tak disangka ternyata ayah Mondi masih membencinya, bahkan anak semata wayangnya tak diperbolehkan menginjakkan kaki ke rumahnya sendiri.

Betapa kecewanya hati Mondi melihat perlakuan ayah kandungnya seperti itu. Ia tak lantas berputus asa, ia melanjutkan perjalanan untuk pergi ke rumah neneknya yang lumayan jauh dari kota. Sesampainnya di rumah neneknya, Mondi langsung menghampiri dan melepas rindunya.

Tak disangka perlakuan nenek Mondi sama seperti ayahnya. Setelah mengetahui Mondi memiliki anak tanpa ikatan yang sah, neneknya sangat kecewa dan ia tidak mau meneria cucunya itu tinggal di rumahnya.

Mondi tak sanggup melewati kehidupannya yang sangatlah berliku. Ia bingung harus kemana lagi melangkahkan kakinya. Ternyata perilaku Mondi seperti itu sangat dibenci oleh keluarganya.

Kembalilah Padaku Sang Anak

Perjalanan jauh dan melelahkan, itulah yang dilewati Mondi tanpa tahu arah dan tujuan. Meskipun ia anak yang begitu nakal namun tetap memliki jiwa sosial yang tinggi. Melihat ada seorang anak yang sangat kelaparan, ia tega memberikan nasinya kepada anak itu.

Malam yang begitu gelap, dilengkapai guruyan hujan nan lebat membuat bulang yang hendak bersinar, kini meredup dengan sendirinya. Mondi berteduh di pinggir jalan dengan mengendong anaknya.

Perempuan paruh baya yang baru pulang dari tempat kerja itu menawarkan tempat tinggalnya untuk Mondi berteduh. Ajakan ibu itu diterima dengan senang hati.

“Maaf ya nak, rumah ibu sangatlah sederhana.”

“Tidak papa bu, saya berterima kasih sekali.”

Saat Mondi hendak merebahkan badannya, ia mendengar bunyi telepon handponnya. Tak disangka sang ibu menelponya untuk menanyakan kabar Mondi. Selain mendengar kabar dari anaknya, ibu Mondi juga mengabarkan bahwa ayahnya sakit dan kodisinya semakin memburuk. Menag naluri seorang ibu dan anaknya tidak akan pernah putus.

Kembalilah padaku meskipun sang ayah sangat membenci Mondi, namun ibunya malah selalu berkomunikasi dengannya, untuk memantau keadaan putri dan cucunya. Ada rasa bodo amat yang dirasakan Mondi mendengar kabar tersebut.

Saat tengah malam, ibu paruh baya itu mengajak Mondi berbincang. Mindi memceritakan segala hal yang sedang menimpanya saat ini. Ibu itu langsung meminta Mondi untuk selalu berdoa dan berusaha.

Saran ibu itu terus Mondi pegang selama hidupnya. Perubahan kehidupan yang selalu ia rasakan setiap saat. Dia mencoba untuk melamar pekerjaan di berbagai tempat. Alhasil ia diterima di sebuah perusahaan bergengsi. Mengingat ia pernah mengenyam pendidikan strata 1 di luar negeri dengan hasil yang memuaskan.

***

Hari-hari ia leati dengan terus bekerja di perusahaan tersebut demi menghidupi anak dn seorang ibu paruh baya yang telah menolongnya dan mendidik seperti anak sendiri. Kembalilah padaku dengan kerja giatnya tersebut, Mondi berhasil dipercaya untuk memegang perusahaan. Selain bekerja ia mengasah pengalamannya dengan menjadi motivator di setiap acara. Ia berhasil membagikan pengalaman yang berharga tersebut ke banyak orang.

Kembalilah padaku – Harapannya dengan ia berbagi, banyak orang yang terinspirasi dan tidak mudah putus asa dengan segala cobaan yang dihadapi. Pastilah Allah memberikan hikmah yang ada di dalamnya.

Setelah mengisi sebuah acara, ia mendapat telpon dari ibunya untuk datang ke rumah. Mengingat keadaan ayahnya semakin parah. Mondi langsung pergi ke rumah ibunya. Namun kedatangan Mondi tetap saja ditolak oleh ayahnya, ia tak suka Mondi berada di dekatnya. Hati Mondi terus dipertaruhkan untuk menahan emosinya dan selalu sabar.

Mondi akhirnya pergi dari rumah tesebut, karena kedatangannya ditolak oleh ayahnya. Ia mencoba bercerita  dengan ibu yang telah menolongnya.

“Bu, apa yang harus aku lakukan biar ayah tak membenciku lagi.”

“Tenang saja nak, ini karena belum waktunya. Apabila waktu telah berpihak kepadamu, pasti ayahmu akan segera berdamai denganmu.”

Mondi terus berkomunikasi dengan ibu kandungan untuk terus memantau keadaan ayahnya. Mondi selalu meminta agar diberikan kemudahan untuk bertemu dengan ayahnya dan kembalilah padaku.

Saat ia dipanggil untuk memberikan motivasi di sebuah kampus. Ada seorang mahasiswa yang memang sangat mengidolakan Mondi, hingga ia ingin bertemu dengannya.

Betapa beruntungnya anak itu, berhasil dengan sosok idolanya. Anak itu bercerita dengan Mondi, dan ia menceritakan keadaan yang dirasakan ternyata jauh dari kesedihan apa yang dialami Mondi. Anak itu hanya berpesan kepada Mondi, untuk melelahkan perasaan seseorang lewat doa.

Kembalilah padaku nasihat baik itu menjadi insipasi Mondi, Ia selalu berdoa setiap waktu tentang ayahnya. Doa yang selalu i panjatkan berulang-ulang ternayata didengar oleh Allah. Akhirnya ia mendapat kabar dari ibunya, bahwa ayahnya benar-benar ingin ketemu dengan Mondi. Setelah pertemuan seorang anak kandung dan ayah kandung tersebut, betapa bahagiannya pertemuan yang terjadi atas Ridho-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *